Whatever you want...

Thursday, October 23, 2014

Firecracker

| No comment
Dia tak perlu meledak, tidak juga menggelegar. Karena dia sudah menarik semua orang mendekat kepadanya. Daya yang memikat semua cerita untuk berhiliran. Dia tak membutuhkan cantik, tidak juga eklektik, karena dia adalah Freya yang terbang di batas angkasa. Pada pagi yang jenaka dia adalah kupu-kupu, sayapnya biru, merah, kuning, hijau, merah, hitam. Ketika sayapnya mengepak serbuk-serbuk sari bening sebesar matahari akan jatuh di pelupuk setiap mata. Serbuk-serbuk itu akan menjejali rongga-rongga dada, membuat hangat yang istimewa, dan bertahan hingga semesta menundukkan dirinya pada gelap. Pada sore yang terpekur, dia akan duduk dan berdiam saja, tidak hendak banyak bercerita. Termasuk tentang sakit yang menjejali kakinya ketika melangkah di karang-karang yang berjajar sepanjang pantai selatan. Ada saatnya dia melepaskan, dan pada saat yang lain dia mendekap dan menggenggam dengan terlalu rapat. 

Dari senyumnya, tumbuh lili-lili muda. Biru, putih, merah muda. Dan sungai-sungai akan mengalir. Airnya jernih dan sejuk seperti rumpun bambu di belakang rumah. Kita tidak bisa menceritakan apa pun tentang sungai-sungai itu. Karena terlalu indah untuk dilukis dalam kata-kata. Mungkin puisi, mungkin lagu, atau sekadar denting-denting nada. Ketika pujian melambung atas dirinya, dia akan memilih menunduk dan berlalu. Pujian bukan dunianya, karena dia berkarya, bukan sekadar kerja. Hidupnya adalah proyek yang dipercayanya pantulan wajah Hu yang agung. 

Tangisnya adalah lolongan sunyi. Karena dia serupa ibu, yang akan menyimpan rapat kisah-kisah pilu dalam cerita keluarganya. Ada ruang dalam dirinya yang tidak hendak diisi oleh yang lain, selain dia dan ceritanya. Dia akan menggambari gua-gua itu dengan pulas-pulas aneka warna. Hanya dia yang menyimpan kuncinya. Dia akan mengumpulkan air mata di sebuah tabung kaca silinder, lalu menyembunyikannya di bawah lemari. Itu pun jika mungkin ditemukan akan dipindahkannya ke kotak Pandora, supaya tidak ada orang yang membukanya. Lalau pada purnama tahun berikutnya, pada hari pasaran yang sama, akan diangkatnya tabung itu, diletakkan di sebelah lilin, dan dipandanginya. Dia menulis lamat-lamat, "Sejarahku".

Firecracker adalah Athena. Yang membela angkasa dengan seluruh jiwa raganya. Dia tidak takut pada lemparan-lemparan kilat Zeus berlarian di awan yang berarakan. Tangannya adalah mesin kalor, yang menghangat ketika cuaca mendingin, dan mendingin ketika cuaca menghangat. Tangan itu akan menyentuh dada-dada yang membeku, menjadikannya lembam dan tenang. Pada saat yang lain mengiris keangkuhan, dan menjadikan si sombong tertegun dalam kesadaran. Bukankah kau pernah mendengar tentang peperangannya dengan sebuah cerita dari masa lalu. Dia mencintai dengan begitu kuat, karenanya begitu berat melepaskan. Tapi itulah bukti perjuangannya di jalan Sang Kuasa. Dia tidak akan menyerah walaupun pedang-pedang itu terhunus di depan lehernya. Dia akan terus maju, walaupun batang-batang cemara telah berduri, dan pohon-pohon aren menggetah bisa. Pada titik darah terakhir dia akan melagu, lagu yang membuat sepanjang angkasa sendu, dan hujan turut berkabung dalam pilu. 

Tapi Firecraker adalah Bebe Chan. Yang masih memulai segala kisahnya dari pertama. Dan satu hal yang dibutuhkannya saat ini adalah sepasang sayap. Dan sesudahnya dia akan terbang. Dan ketika masa itu datang, aku akan duduk bawah anyaman rami, payung gubukku di tepi pantai. Aku tersenyum dan mengangguk kepadanya. "Hidupilah mimpimu, karena mimpi telah menghidupimu!"
Tags : ,

No comments:

Post a Comment